Sedangkan SRU 2 melakukan scouting atau penyisiran jalur darat dari lokasi kejadian menuju hilir yang berjarak sekitar 4 kilometer.
Setelah briefing, SRU 1 mulai bergerak menyusuri sungai mulai dari lokasi terakhir korban. Saat itu, cuaca cerah. Namun, arus sungai cukup deras. Sekitar 4 kilometer, kondisi sungai yang lebar itu mulai menyempit sehingga aliran sungai semakin deras. Sementara tepi kanan kiri sungai adalah tebing menjulang dengan ketinggian bervariasi, bahkan hingga mencapai 100 meteran. Jika dilihat dari udara, yang terlihat adalah hutan belantara yang lebat dimana tebing kanan dan kiri sungai itu adalah jurang yang dalam.
Ketika proses pencarian memasuki ceruk sungai yang menyempit dengan arus yang sangat deras itu, terdapat sebuah kayu besar melintang di jeram. Rafting menabrak kayu tersebut. Rafting tak terkendali dan akhirnya terbalik. Akibatnya, keenam penumpang rafting terlempar dan hanyut terbawa arus sungai. Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali bertahan hidup di arus sungai yang ekstrem itu. Mereka survival, menerapkan teknik dasar bertahan hidup di permukaan air. Mereka mengapung, mengikuti arus, sembari menghindari tubrukan dengan benda-benda sungai seperti batu, tebing di kanan dan kiri sungai, serta sampah hutan berupa kayu-kayuan. Radio komunikasi yang mereka bawa juga terlempar dan hilang sehingga mereka tidak bisa meminta pertolongan teman-temannya di posko.
Sekitar pukul 17.00 WIB, salah satu rescuer yang hanyut, Robbi Daniel, berhasil menyelamatkan diri dan mendapatkan pertolongan dari warga di sekitar Sungai Solok, tepatnya di Desa Ujung Deleng, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo. Robbi, selanjutnya dievakuasi ke Desa Limang, Kecamatan Tigabinanga. Tidak jauh dari lokasi Robbi, 2 personel dari Potensi SAR, masing-masing Rico Barus dan Oscar Sebayang, juga berhasil menyelamatkan diri dan mendapat pertolongan dari masyarakat setempat.
Informasi tersebut menyebar dan mengejutkan seluruh tim SAR yang terlibat dalam operasi SAR tersebut. Bantuan personil, peralatan, baik dari internal Kantor SAR Medan maupun dari Potensi SAR berdatangan. Ratusan personel dikerahkan untuk mencari ketiga korban. Pencarian dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu, penyisiran darat, dan mengerahkan drone termal. Tidak hanya itu, tim SAR juga mencermati Bendungan PT WEP yang berda di hilir atau sekitar 13 kilometer dari lokasi perahu terbalik.






