Dua Rescuer Basarnas Gugur di Medan Tugas

Kendala yang dihadapi tim SAR, diantaranya medan yang terjal, chek point rata-rata dari anchor point ke sungai berjarak 180 – 200 meter dengan variasi kemiringan antara 75 – 90 derajat. Selain itu, arus sungai sangat deras dan banyak sampah di area penyempitan tebing sungai. Sementara pencarian menggunakan drone termal terhalang pepohonan yang rimbun dan kencangnya angin di atas sungai.

Berdasarkan analisis dan evaluasi tim SAR, maka pencarian hari ke delapan tersebut difokuskan di bendungan WEP. Tim SAR berencana membuka bendungan tersebut untuk mengurangi debit air dan mengurai sampah yang ada di permukaan.

Sesuai rencana, pada pukul 07.00 WIB, bendungan PT WEP dibuka. Pukul 08.45 WIB seluruh tim bergerak sesuai rencana operasi. Sekitar satu jam kemudian, tim drone menginfokan bahwa debit air telah turun. SRU 1 kemudian turun dan mengurai tumpukan sampah yang sebelumnya dicurigai terdapat korban. Hingga pukul 15.00 WIB,

Hasilnya nihil. Pada pukul 16.00 WIB, tim drone melihat tumpukan sampah telah bergeser kencang ke hilir. Dari situlah, tim ini melihat tanda-tanda keberadaan korban. Informasi tersebut disampaikan ke SRU 3 yang berada di bendungan PT WEP dengan perahu LCR. SRU 3 mendekat dan menemukan jenazah Tengku Rahmatsyah Putra pada pukul 16.15 WIB. Korban dievakuasi. Sekitar 35 menit kemudian, SRU 3 kembali menemukan jenazah Dodi Prananta.

Jarak dengan korban pertama sekitar 50 meter ke arah hulu sungai. Pukul 19.00 WIB, kedua korban dievakuasi ke posko selanjutnya dibawa ke RSUD Karo di Kabanjahe untuk dimandikan. Kedua rescuer tersebut kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan.

error: Content is protected !!