“Para pengemudi angkot merupakan ujung tombak dalam pelayanan transportasi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memahami dan menerapkan aturan berlalu lintas secara benar dan konsisten. Melalui pendekatan edukatif ini, kami berharap kesadaran mereka akan keselamatan berlalu lintas semakin meningkat,” ujar AKP Kevin.
Tak hanya memberikan sosialisasi, para personel Satlantas juga mengajak para pengemudi untuk menjadi pelopor keselamatan dalam berkendara serta turut berpartisipasi dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kota Wisata Batu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Semeru 2025 yang tengah dilaksanakan oleh Polda Jawa Timur dan seluruh jajarannya, termasuk Polres Batu.
Operasi ini berlangsung selama dua pekan dan menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas, dengan pendekatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara selektif.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., dalam pernyataannya menyebutkan bahwa melalui kegiatan semacam ini, Polres Batu ingin menggugah kepedulian semua lapisan masyarakat, terutama para pelaku transportasi publik, agar senantiasa menjunjung tinggi keselamatan di jalan raya.

“Kami berharap edukasi langsung seperti ini dapat menggugah kesadaran kolektif untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar formalitas. Sinergi antara pengemudi, penumpang, dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keselamatan di jalan,” tegas Kapolres Batu.
Dengan semangat edukatif yang dikedepankan dalam Ops Patuh Semeru 2025, diharapkan tingkat pelanggaran lalu lintas di wilayah Kota Batu dapat ditekan secara signifikan, dan angka kecelakaan lalu lintas pun dapat diminimalisir.
Red/Hr





