“Polresta Malang Kota menurunkan 120 personel gabungan yang berkolaborasi menjaga keamanan jalannya debat. Meskipun debat dilaksanakan secara tertutup, kami memastikan pengamanan maksimal,” ungkap Ipda Yudi.
Untuk mendukung suasana kondusif, KPU Kota Malang membatasi jumlah penonton yang hadir di dalam ruangan hanya untuk 50 pendukung tiap pasangan calon yang telah memiliki name tag resmi.
“Kapasitas penonton di dalam ruangan sangat terbatas, dan hanya mereka yang memiliki name tag yang diizinkan masuk” tambahnya.
Untuk memastikan sekitar Lokasi debat dalam keadaan aman, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono SH, S.I.K, M.Si melakukan pengawasan langsung ke Lokasi.
Pengamanan ini dibagi dalam tiga ring sesuai prosedur ketat.
Ring pertama, yang berada di dalam gedung debat, akan diisi oleh tim gabungan Polresta Malang Kota, personel KPU, serta tim steward yang bertugas memastikan keamanan paslon dan tamu undangan.
Sementara, ring kedua dan ketiga berada di luar lokasi debat, terbuka untuk mendukung para paslon dan keseruan euforia para pendukung tetap memperhatikan keamanan.
“Meski pengamanan diperketat, pendukung setiap paslon di luar lokasi tetap memiliki kebebasan untuk meneriakkan yel-yel yang sportif dan slogan andalan masing-masing calon.” Pungkas Ipda Yudi.
Dukungan meriah ini menjadi bagian dari euforia masyarakat dalam mendukung kandidat mereka di ajang debat yang pertama ini.





