Sementara itu, David Cahyana dari Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN) menyoroti pentingnya integrasi transportasi yang inklusif dan ramah bagi kelompok rentan.

“Ditjen Intram memiliki peran strategis bagi kelompok disabilitas. Saat ini memang sudah ada integrasi fisik, tetapi belum sepenuhnya ramah disabilitas. Aksesibilitas masih menjadi tantangan, terutama bagi kaum disabilitas dan lansia,” ujar David.
Melalui kegiatan “Nongki” ini, Ditjen Intram berharap dapat terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mewujudkan sistem transportasi nasional yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Hadir pada kesempatan tersebut Sesditjen Intram, Direktur Sistem Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda, Direktur Multimoda, Ketua GAUN (Gerakan Aksesibilitas Angkutan Umum), Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Ketua Forum Kota Depok Sehat, Ketua Bangun Kota, Ketua Forum Pengguna dan Pencinta Kereta Api, Perwakilan _Indonesia Creative Cities Network_, _Indonesia Cycling Embassy_, _Transport for Surabaya_, _Transport for Bandung_, _Transport for Jakarta_, Pencinta Damri _Community_, _Busway Fun Club_, Edan Sepur Indonesia, _Transportation Podcast_, dan Kopaja Rapid Transit (KRT).






