NU Center dan Pengakuan Pemerintah Jerman
Dalam laporan yang disampaikan jajaran pengurus PCINU, disebutkan bahwa PCINU Jerman telah berdiri sejak 2010 dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman sebagai organisasi keagamaan. Saat ini, PCINU aktif menjalankan program kaderisasi, peningkatan kapasitas manajemen organisasi, serta pelayanan keagamaan seperti bimbingan ibadah dan literasi digital.
Sebagai langkah penguatan kelembagaan, PCINU Jerman kini tengah mempersiapkan pendirian NU Center yang diharapkan menjadi pusat dakwah, edukasi, dan pengembangan komunitas NU di Eropa.
Pertemuan dengan Tokoh Politik dan Pemerintahan Jerman
Selain silaturahim dengan warga Nahdliyin, Gus Yahya juga mengadakan pertemuan strategis dengan sejumlah tokoh penting dari Jerman dan Uni Eropa. Di antaranya:
• Thomas Rachel, Komisaris Pemerintah Federal untuk Kebebasan Beragama atau Keyakinan, dan salah satu simpul penting di lingkaran kebijakan Pemerintahan Kanselir Friedrich Merz;
• Elmar Brok, politisi senior Uni Eropa dan mantan anggota Parlemen Eropa dengan masa bakti terlama;
• Christian Kremer, tokoh politik Eropa yang dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Kanselir Merz.

Pertemuan-pertemuan ini menjadi bagian dari diplomasi kultural PBNU untuk memperkenalkan dan memperjuangkan nilai-nilai Islam Nusantara dan peradaban Islam yang damai, toleran, dan inklusif di panggung global.
Komitmen NU untuk Peradaban Dunia
Kunjungan ini menegaskan peran strategis PBNU dalam mendorong diplomasi peradaban berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Setelah sukses menyelenggarakan R20 pada 2022 dan Muktamar Internasional Fikih Peradaban pada 2023, PBNU terus memantapkan langkahnya sebagai aktor global dalam memperjuangkan masa depan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.
“Kita ingin NU bukan hanya hadir, tapi juga memimpin arus pemikiran dan kerja-kerja nyata untuk peradaban global,” pungkas Gus Yahya.
LTN (Lembaga Ta’lif Wan Nasyr–Lembaga Informasi, Komunikasi dan Publikasi) PBNU






