Beranda » BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp741 Miliar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp741 Miliar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

BRI Tulungagung dorong produktivitas UMKM lewat KUR Rp741 miliar. Fokus pada sektor pertanian dan perdagangan sebagai penggerak ekonomi daerah. BRI Tulungagung buktikan komitmen dukung ekonomi kerakyatan dengan KUR Rp741 miliar. Wujud nyata sinergi dengan Astacita Pemerintah.

TULUNGAGUNG, Beritahumas.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Tulungagung mencatatkan kinerja gemilang dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga Juli 2026. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai angka fantastis Rp741 miliar, yang dirasakan langsung oleh lebih dari 15 ribu nasabah pelaku UMKM di wilayah setempat .

Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam mendorong roda perekonomian kerakyatan dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin produktif dan berkembang. Angka Rp741 miliar tersebut juga menjadi salah satu indikator bahwa akses permodalan bagi pelaku usaha terus digenjot, terutama untuk sektor-sektor yang memiliki nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dominasi Sektor Pertanian dan Perdagangan

Pgs Branch Office Head BRI Tulungagung, Agus Mirwan, mengungkapkan bahwa secara komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerjanya didominasi oleh dua sektor utama, yaitu pertanian dan perdagangan. Kedua sektor ini menyumbang porsi lebih dari 50 persen dari total penyaluran Rp741 miliar tersebut .

“Secara komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerja Branch Office Tulungagung hingga Juli 2026 didominasi oleh sektor pertanian dan perdagangan dengan porsi lebih dari 50 persen total penyaluran,” ujar Agus Mirwan dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026) .

Menurutnya, tingginya pembiayaan pada dua sektor tersebut menunjukkan bahwa dana KUR banyak dimanfaatkan untuk menopang aktivitas usaha yang produktif dan memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mengarahkan KUR ke sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah .

“Data ini menunjukkan, pembiayaan lewat KUR diarahkan untuk mendukung usaha yang memberikan nilai tambah untuk perekonomian,” tegas Agus .

KUR Sebagai Instrumen Pemberdayaan UMKM

Agus Mirwan menekankan bahwa KUR bukan sekadar fasilitas pembiayaan, melainkan instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah .

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan,” ungkapnya .

Agus menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan .

“Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” imbuhnya .

KUR BRI Tulungagung tembus Rp741 miliar. Dukung UMKM naik kelas dengan modal murah, pendampingan usaha, dan edukasi finansial berkelanjutan.
KUR BRI Tulungagung tembus Rp741 miliar. Dukung UMKM naik kelas dengan modal murah, pendampingan usaha, dan edukasi finansial berkelanjutan.

Dukungan Terhadap Astacita Pemerintah

Penyaluran KUR oleh BRI Tulungagung merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan .

KUR menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk mengakses permodalan dengan bunga yang terjangkau. Berdasarkan informasi yang beredar, program KUR BRI 2026 menawarkan bunga tetap sebesar 6 persen flat, baik untuk pengajuan baru maupun top up pinjaman . Selain itu, untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, pemerintah menyatakan tidak diperlukan jaminan atau agunan .

“KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan,” ujar Agus .

Dorongan Literasi Digital bagi UMKM

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, BRI Tulungagung juga aktif mengedukasi pelaku usaha agar melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kapasitas usaha dan membantu UMKM naik kelas .

“Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegas Agus Mirwan .

BRI Tulungagung salurkan KUR Rp741 miliar hingga Juli 2026 untuk lebih dari 15 ribu UMKM. Sektor pertanian dan perdagangan dominasi 50% total penyaluran.
BRI Tulungagung salurkan KUR Rp741 miliar hingga Juli 2026 untuk lebih dari 15 ribu UMKM. Sektor pertanian dan perdagangan dominasi 50% total penyaluran.

Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Tulungagung optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal. Ke depannya, BRI Tulungagung akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif, sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat .

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” pungkas Agus .

Baca juga:

Fokus Pendidikan, BRI Region 13 Malang Bangun Sarana Sekolah Senilai Rp3,6 Miliar

error: Content is protected !!