“Disparitas di pulau-pulau kami usahakan secepatnya bisa setara. Jelasnya sampai saat ini kita terus berupaya bekerja sama secara baik dengan stakeholder yang ada. Kita coba untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Tanpa koordinasi tidak ada ekosistem logistik nasional yg outputnya bisa diterima masyarakat,” kata Hartanto.
Pada kesempatan yang sama, CEO Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi mengatakan, pada 2023 PIS beserta grupnya telah mengangkut 160 miliar liter energi ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, hal tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan seperti tantangan alam, sumber daya manusia, keamanan, serta keselamatan.
“Tapi tantangan itu sampai saat ini bisa dihadapi dengan baik karena indikatornya, dalam energi tidak boleh ada istilah kelangkaan. Inilah yang tentunya kami sangat berterima kasih ke perhubungan laut dan stakeholder terkait, karena ini tidak terlepas dari support yg diberikan,” ujar Yoki.
Senada dengan Yoki, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Kokok Susanto mengatakan, kolaborasi sangat dibutuhkan pada sektor logistik. Saat ini, Pelni memiliki 26 armada. Dengan armada tersebut, terhitung hingga akhir 2023 Pelni telah mengangkut 4,3 juta penumpang. Ditambah penumpang kapal perintis sebanyak 932.000. Sehingga total, Pelni telah mengangkut 5.1 juta penumpang.






