Sementara di dermaga yang terputus itu, terdapat 71 korban yang terjebak, termasuk Dede. Mereka tak dapat bergerak kemana-mana. Gelombang tinggi dan putusnya jembatan membuat mereka tertahan di pulau tersebut.

Pada hari pertama, tim SAR dari Basarnas, Basarda, Posal Ujunggenteng, Pospolair Ujunggenteng, Koramil 2212/Tegalbuleud, Polsek Tegalbuleud, Pokmaswas, rukun nelayan dan relawan lainnya berupaya memberikan pertolongan. Namun, cuaca tetap tidak mendukung.
Hingga hari kedua operasi SAR, Basarnas mengerahkan helicopter Helly Rescue (HR) – 3604 Basarnas untuk droping logistic, droping rescuer, dan evakuasi medis udara (EMU). Heli kopter yang take off dari Atang Sendjaja (ATS) Bogor itu landing di Posko Satrad 216 Cikalimbing.






